Recently Published
Document
Powerpoint
Analisis DBD Jawa Barat
Muhammad Aidan Faiz (140610230070)
Epidemiologi - Kasus HIV di Jawa Barat
Laporan terkait hasil analisis HIV di Jawa Barat
Analisis Kasus Tuberkulosis di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2024
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan menyebar melalui percikan dahak penderita. Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus TBC tertinggi secara nasional pada tahun 2024, yaitu sebanyak 234.710 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kasus TBC di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus berdasarkan pendekatan epidemiologi deskriptif kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari Open Data Jabar dan Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi variabel jumlah penduduk laki-laki, penduduk perempuan, penduduk miskin, fasilitas kesehatan, sanitasi layak, dan kepadatan penduduk. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan prevalensi dan regresi linier sederhana untuk menilai hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus TBC di Jawa Barat tidak tersebar merata. Daerah dengan prevalensi tinggi umumnya berada di wilayah perkotaan dan padat penduduk seperti Kota Cirebon, Kota Bandung, dan Kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis faktor, dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus TBC adalah jumlah fasilitas kesehatan (p = 0,020) dan kepadatan penduduk (p = 0,041). Fasilitas kesehatan berpengaruh negatif terhadap jumlah kasus, menandakan bahwa semakin banyak fasilitas kesehatan maka angka kasus TBC cenderung menurun. Sebaliknya, kepadatan penduduk berpengaruh positif, menunjukkan bahwa daerah dengan populasi padat berpotensi memiliki tingkat penularan lebih tinggi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa distribusi TBC di Jawa Barat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan kesehatan yang berfokus pada peningkatan sarana pelayanan medis di wilayah dengan prevalensi tinggi dan pengendalian kepadatan penduduk untuk menekan penyebaran TBC di masa mendatang.
Kata kunci: Tuberkulosis, Epidemiologi, Prevalensi, Jawa Barat